Liga Spanyol : 5 Nama Calon Pengganti Luis Enrique

adios Luis Enrique
Keputusan Luis Enrique yang tidak akan memperpanjang kontraknya sebagai pelatih FC Barcelona yang diumumkannya sesaat setelah El Barca menggasak Sporting Gijon dengan skor 6-1 di Camp Nou (2/3/17) lalu cukup mengejutkan banyak orang. Lucho – sapaan akrab Luis Enrique beralasan bahwa keputusan dirinya untuk mengundurkan diri adalah dikarenakan dia ingin beristirahat. “Ini adalah sebuah keputusan yang sulit bagi saya. Satu hal yang terus saya pikirkan baik-baik. Namun saya harus jujur pada diri saya sendiri dan adil atas apa yang saya pikirkan.” ungkapnya seperti dikutip dari Marca. Keputusan Lucho ini menimbulkan sejumlah spekulasi tentang siapa yang akan menangani klub Catalan ini musim depan. Setidaknya sejumlah nama mencuat seperti Juan Carlos Unzue, Jorge Sampaoli, Eusebio Sacristan, Ernesto Valverde dan Ronald Koeman.

Berikut pertimbangan yang mendasari spekulasi tersebut.

1. Juan Carlos Unzue

Mantan Kiper kedua Barca di musim 1988-1990 ini merupakan asisten Pelatih Luis Enrique. Enrique memberinya peran yang cukup sentral dalam mematangkan strategi bermain Barca saat bertahan maupun menyerang khususnya dalam skema set pieces. Tak heran jika kemudian Lucho menjatuhkan pilihan pertama kepada adik kandung Eusebio Unzue, petinggi tim balap Movistar Teams itu untuk mengambil alih dan melanjutkan pekerjaannya sebagai pelatih Barca.

Sayangnya, track record Unzue sebagai seorang pelatih terbilang suram. Pada musim 2012 dia didepak sebagai pelatih Racing De Santander setelah tim tersebut terkena degradasi.

2. Jorge Sampaoli

Pelatih Sevilla ini terbilang cukup fenomenal dalam menangani timnya musim ini. Sevilla saat ini menempati posisi ketiga di klasemen sementara membayangi Barcelona dan Real Madrid. Secara terbuka Sampaoli sempat menyatakan bahwa ia akan senang untuk menangani Messi dkk jika diberi kesempatan.

sosok pelatih asal Argentina ini sebelum menangani Sevilla memiliki prestasi yang cukup cemerlang. Dibawah asuhannya, klub Universidad de Chile di liga Chile meraih empat gelar dalam dua musim, yakni tiga gelar Campeonato Nacional Petrobras dan juara Copa Sudamericana 2011.

ESPN FC menyebut bahwa strategi menyerang spartan ala Argentina yang akan diterapkan Sampaoli akan sangat disukai publik Camp Nou. Selain itu gaya kepelatihannya cenderung menerapkan strategi untuk mendominasi bola – sesuatu yang dianggap hilang di era kepelatihan Luis Enrique.

Namun sayangnya pria ini belum memiliki sejarah bersama Barcelona. El Blaugrana memiliki kecederungan memilih pelatih yang setidaknya pernah bermain atau menjadi asisten manajer di Klub ini seperti Luis Enrique, Guardiola dan Vilanova.

3. Eusebio Sacristan

Tidak seperti Sampaoli, Eusebio Sacristan dapat menunjukkan sejarah dengan klub Catalan. Pernah menjabat sebagai Asisten manajer Frank Rijkaard selama lima tahun dan manajer tim Barca B. Sayangnya saat menangani Barca B Sacristan dianggap gagal bahkan bertanggung jawab terhadap degradasi ke tingkat ketiga yang menyebabkan dirinya dipecat.

Namun sejak 2015 dia berhasil memulihkan reputasinya bersama Real Sociedad, menjadi pengganti David Moyes yang dipecat Sacristan berhasil mengubah secara dramatis gaya bermain Sociedad yang lebih atraktif layaknya gaya bermain Barca yang telah membesarkannya. Prestasinya tersebut tentu akan menjadi pertimbangan bagi klub Barcelona untuk mengambilnya kembali menangani Messi dkk.

4. Ernesto Valverde

Pernah bermain untuk Barcelona antara 1988 dan 1990. Tapi kemudian Valverde lebih dikenal saat bermain di Athletic Bilbao sebelum diangkat pelatih pada tahun 2013 dan membawa klub ini ke jalur Liga Champions untuk pertama kalinya dalam 16 tahun. Kecemerlangannya berlanjut saat dia berhasil mempersembahkan sebuah trofi besar untuk pertamanya kalinya bagi Bilbao di lebih dari tiga dekade setelah berhasil mempermalukan Barcelona di final Piala Super Spanyol dengan skor telak 4-0 di San Mames.

Valverde adalah calon yang dianggap paling aman, akan tetapi tetap menyimpan keraguan akan gaya kepelatihannya di Athletico yang tentu sangat berbeda dengan gaya dan filosofi yang ada di Barca.

5. Ronald Koeman

Walaupun oleh media Spanyol divonis sangat kecil kemungkinan legenda Barcelona ini akan mengambil alih kursi kepelatihan dari Luis Enrique, namun Ronald Koeman tetap menyatakan bahwa dirinya ingin menangani tim ini di masa depan. Mantan pelatih Ajax Amsterdam yang kini menangani Everton sejak tahun 2015 ini banyak menerima pujian selama karirnya di Liga Inggris dengan mencatatkan rata-rata kemenangan sebesar 47 persen.

Koeman memiliki sejarah yang kaya bersama Barcelona, bermain untuk klub lebih dari 250 kali antara tahun 1989 dan 1995, bagian penting dari “The Dream Team.” Dia adalah sosok yang sangat disayang dan dikenang di Camp Nou.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *